Thursday, February 22, 2018

Kala Hening

Sekarag masih subuh, di luar masih gelap, pasti dingin. Seperti biasa aku terbangun.
Pernah tau bualan ini? Aku tidak bisa berhenti memikirkannu.
Tak kusebut itu sihir, mungkin ini takdir.
Takdirmu untuk dicintai. Indah bukan?
Diusia yang sudah tak lagi bermain dengan mimpi-mimpi irasional, aku masih tidak mau menimbang cerita kita seolah mencari angka probabilitas bagi masa depan apa yang disebut dengan "keluarga".
Pembaca, jangan risih bila akan terbaca banyak doa di sini, sebab itulah yang sudah persatukan kami.
Kenalan, jangan kecewa untuk tulisan yang tak inspiratif ini, aku tak menulis untuk membakar semangatmu.
Ini potongan kisahku dan dia.